Home / Uncategorized / Cerita Singkat Pendampingan Di Dua Kecamatan Di Karanganayar

Cerita Singkat Pendampingan Di Dua Kecamatan Di Karanganayar

Saya Binti Sarifah CO karanganayar, saya bergabung di PPRBM pada bulan Maret 2017 lalu. Selama saya bergabung di PPRBM banyak pengalaman yang saya dapatkan yaitu pengalaman yang belum saya dapatkan  di bangku kuliah yaitu pengetahuan tetang difabel. Selama saya kuliah saya tidak tahu apa itu istilah difabel, apa itu cacat, dan apa hak-hak mereka serta harus diapakan mereka? Semua pertanyaan nyumpel dalam pikiran saya lambat laun sedikit terurai dan terjawab semua selama bergabung di PPRBM dan mendampingi kelompok  di dua kecamatan ya itu kecamatan Tasikmadu dan Kecamatan Karanganyar.

Setelah saya tahu itu, semua ada pertanyaan lagi yang membuat bingung saya ketika dikenalkan di dua kelompok. Bagaimana saya harus bertindak pada kelompok yang mempunyai karakteristik wilayah berbeda dan peraturan pemerintahan berbeda pula. Tetapi saya tidak patah semangat untuk belajar tentang kelompok yang saya dampingi yakni kelompok Rukun Makmur dan Bina Mandiri. Kelompok Rukun Makmur itu di kecamatan Tasikmadu dan yang Bina Mandiri itu kelompok Kecamatan Karanganayar. Dari dua kelompok ini mempuyai cerita sendiri sendiri dan mempunyai keluh kesah yang unik. Di Rukun Makmur di kecamatan tasikmadu dulunya patah semangat waktu saya baru bergabung  3 bulan di PPRBM semapat anggotanya tinggal 4 orang dan saya bingung mengapa tinggal 4 orang. Saya sempat koreksi diri apa yang salah dan berpikir kenapa hal ini terjadi? Sempat nangis juga masak bubar kelompok saya dan tidak membangun kelompok. Saya sudah diamanatin  PPRBM, singaka kata saya mencari anggota baru melalui karangtaruna saya suruh cari, perangkat desa saya suruh cari dan ahkirnya berkumpul.

Setelah banyak anggota ternyata saya dipanggil kepala desa untuk mengikuti karnaval dan kelompok saya dilibatkan, setelah itu lomba evaluasi program pkk dimana  saya juga dilibatkan. Beberapa waktu kemudian desa banyak melibatkan difabel untuk kegiatan pembangunan. Saya bersukur itu meski baru satu desa yang melibatkan difabel untuk acara kegiatan desa,

Beberapa waktu kemudiann saya mengadakan tranning Dibafel Inklusi Development (DID) di Kecamatan Tasikmadu, sayang tranning yang harusnya dihadiri 10 kades tetapi banyak yang ijin. Tranning tetap berjalan. Setelah traning  ada 5 desa yang menganggarkan dana desa untuk difabel, yakni desa Ngijo, Suruh, Gaum, Kaling dan Papahan.

Sedangkan kelompok Bina Madiri itu mempunyai cerita yang aneh. Sejak awal saya masuk anggotanya banyak dan semangat terus. Kelompok Rukun Makmur oke diajak rekoso kerja keras bareng mau, taetapi yang biana mandiri ini tidak mau diajak jalan bareng dan kerja sama , di kira saya masuk itu membawa bantuan pemikirannya kayak gitu.

Saya berinisitif membuka wawasan dan pemikiran kelompok Bina Mandiri, dengan cara bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di solo yaitu Universitas Sahid. Saya kerjasama dengan fakultas pesikologi bermaksud setelah saya mendatang dosen untuk sosialisi di bina mandiri ternyata hasilnya sama saja. Hadeeh, tidak bisa mandiri juga kelompoknya monoton terus, perangkat kelurahan juga sama tidak mau bergabung dengan kelompok bina mandiri, memikirkan hak hak  difabel, sebenarnya saya sudah mengadakan traning sensitifitas di kecamatan karanganayar tetapi belum mendapatkan hasilnya juga. singkat cerita di kecamatan karanganayar intinya dari dua kecamata itu tasikmadu dan karaganyar yang sudah banyak menerima manfaat dari traning yang saya selanggarakan selama 6 bulan ini ya baru kecamatan tasikmadu yang sudah memikirkan difabel dan peduli dengan difabel. Semoga kecamatan karangnyar juga cepat menyusul ,untuk peduli difabel seamangat !!!

 

Binti Sarifah

[Community Organizer Kab. Karanganyar]

Check Also

Perlindungan Disabilitas Minim, Kereta Api Belum Ramah Bagi Difabel

Transportasi umum jenis kereta api menjadi pilihan pertama bagi sebagian besar masyarakat saat ini. Sayangnya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *