Home / Artikel / Selamat Hari Buruh Internasional: Penuhi Hak Atas Pekerjaan bagi Difabel Indonesia!

Selamat Hari Buruh Internasional: Penuhi Hak Atas Pekerjaan bagi Difabel Indonesia!

Semua orang, berdasarkan usia produktifnya berhak atas pekerjaan. Difabel adalah salah satu elemen kependudukan suatu negara yang paling mengalami perlakuan diskriminatif dan pengabaian atas hak atas pekerjaan tersebut.

Mengapa pihak yang bertanggungjawab atas ketersediaan lapangan pekerjaan dan penerimaan pekerja ini melakukan tindakan diskriminatif dan pengabaian? ada banyak faktor yang mendorongnya.

Salah satu faktor itu dan merupakan hal paling mendasar adalah kekeliruan mereka dalam memaknai disabilitas seseorang. Misalnya saja adalah istilah penyandang cacat atau penyandang disabilitas itu sendiri. Istilah ini lebih banyak mengantar orang untuk memikirkan kondisi tubuh, mental dan pikiran seorang difabel yang menyebabkan ketidakmpuan ketimbang aspek kemampuannya di luar soal kondisi tubuhnya itu. Inilah yang kemudian disebut asumsi, asumsi yang penuh kekeliruan.

Pekerja atau buruh difabel adalah produk dari institusi pendidikan di mana ia pernah menimba pengetahuan, produk pengalaman di mana ia pernah belajar sambil bekerja, dan produk dari sistem ketenagakerjaan di sebuah daerah atau negara. Bekerjanya sistem pendidikan dan sistem ketenagkerjaan yang tidak mempertimbangkan kemampuan difabel (malah fokus pada kondisi tubuhnya) telah berkontribusi atas rendahnya daya serap setiap lembaga ekonomi atau lembaga-lembaga lainnya yang mempekerjakan difabel. Kondisi lemahnya daya serap ini diperparah lagi oleh ketidakseriusan penegakan hukum terkait keadilan ketenagakerjaan di Indonesia dan dukungan finansial bagi setiap lembaga yang terkait untuk menyiapkan alat kerja akses dan sejumlah akomodasi yang baik/sesuai dengan kebutuhan difabel saat bekerja.

Untuk itu, maka perjuangan buruh internasional, yang hari ini sedang diramaikan perayaannya oleh kaum buruh sedunia harus memasukkan agenda perjuangan kaum Buruh Difabel, baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya.

Tuntutannya,

  1. Siapkan dan berikan Pekerjaan bagi Difabel!
  2. Penuhi Aksesibilitas secara menyeluruh dalam lingkungan kerja (Baik fisik, non-fisik, intelektual [informasi], dan lain-lain), khususnya terkait Reasonable Accommodation bagi pekerja difabel.
  3. Siapkan pusat pendidikan kerja difabel bukan sekadar untuk mengisi pekerjaan di sektor informal tetapi juga untuk mengisi pos-pos kepemimpinan, manajerial dan kemampuan teknis terbaru lainnya.
  4. Masukkan Agenda kepedulian kepada persoalan Buruh Difabel ke dalam Agenda seluruh asosiasi buruh di Indonesia dan atau dirikan Asosiasi Buruh Difabel se-Indonesia (note: masukan dari Mas Sapto Nugroho).

Demikian, tertanda,

Badan Pengurus PerDIK (Pergerakan Difabel Indonesia untuk KESETARAAN) mengucapkan:

SELAMAT HARI BURUH SEDUNIA!
BURUH DIBAFEL SEDUNIA, BERSATULAH!

Makassar, 1 Mei 2017

Check Also

Mengenal Busana Adaptif yang Memudahkan Penyandang Difabel

Beberapa bulan belakangan, label busana Tommy Hilfiger dan toko retail Asos jadi bahan berita karena …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *